Jumat, 27 Februari 2015

EKSKLUSIF : Jika Ini Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah, Lalu Dimana Imam Mahdi?


Abu Yusuf untuk Al-Mustaqbal Channel

Kebangkitan Kekhilafahan di wilayah Syam hampir memasuki satu tahun, dan bahkan jika dilihat dari masa masuknya tentara Daulah ke Syria dengan nama Jabhah Nusrah, maka bisa dikatakan sudah dua tahun lebih para singa-singa Daulah menancapkan kuku-kuku nya di Syam. Tentu kita masih ingat ketika Jabhah Nusrah resmi dibubarkan oleh Daulah pada awal tahun 2013, menyebabkan berbondong-bondongnya mujahidin dari Jabhah Nusrah dan faksi-faksi lain bergabung dengan Daulah, bahkan hingga malam tadi (8 Februari 2015) masih ada  faksi jihad yang kembali menyatukan diri dengan Daulah. Maka sungguh kemuliaan itu ada pada mujahidin, namun orang-orang munafik tidak mengetahuinya.
Hadirnya kekhilafahan bukanlah hal yang sudah direncanakan sebelumnya, bahkan mujahidin Daulah awalnya berfikir hal itu masih jauh untuk diterapkan, namun Allah berkehendak lain. Faktor-faktor sebab dan syarat-syarat mendirikan Kekhilafahan tiba-tiba saja terpenuhi oleh Daulah, maka kewajiban mendirikan Khilafah itu tak dapat ditunda lagi maka berdirilah Kekhilafahan di Syam.
Kehadiran khilafah menjadi sinar yang terang, bahkan cahayanya menembus ke dada-dada para pemuda Islam, setiap hari ratusan kaum muslimin dari berbagai dunia melintasi gurun pasir demi bergabung dengan Khilafahnya. Derap langkahnya begitu keras mengguncang singasana thagut, hingga raja Saudi (Salman bin Abdul Aziz) pun gelisah, mengirimkan putranya untuk membakar kaum muslimin tersebut, menjatuhkan bom-bom di heningnya malam, demi satu tujuan… hancurnya khilafah!
Lalu khilafah apakah ini? bagaimana ia muncul? dimana Imam Mahdi yang dijanjikan? dan kenapa penguasa dua kota suci pun menyerangnya? dan berbagai pertanyaan yang menyelimutinya, tidak mungkin bisa dijawab, jika kita tidak mengetahuinya sejarahnya dari awal. Maka salah satunya adalah dengan mencari referensi-referensi berita di internet, namun jika kesulitan berikut rangkuman artikel Al-Mustaqbal.Net yang mencatat perjalanan berdirinya Khilafah.
Silahkan klik tulisan yang berwarna merah untuk melihat informasinya lebih lanjut.

12 Desember 2012 – MISTERI JABHAH NUSRAH & TERPISAHNYA FSA

Pada tanggal 12 Desember 2012 (dua tahun sebelum Kekhilafahan dideklarasikan), Al-Mustaqbal sudah menurunkan sebuah artikel berjudul “Jihad Suriah, Jabhah Nusrah, Selangkah Menuju Khilafah”, dalam artikel tersebut, dikupas mengenai kehadiran fenomena mujahidin bernama Jabhah Nusrah yang cukup sulit dicari asal-usulnya, meskipun sepanjang tahun 2012 banyak yang mengira Jabhah Nusra adalah dari Hizbut Tahrir (mungkin karena kesamaan benderanya) dan bahkan ada juga yang menduga mereka adalah dari jama’ah Ikhwanul Muslimin disebabkan petinggi Ikhwanul Muslimin di Suriah kala itu membela Jabhah Nusrah, namun rilisan-rilisan video dan gaya tempur mereka layaknya singa-singa Daulah Islam Irak, membuat Al-Mustaqbal yakin bahwa mereka berafilisasi dengan Daulah Islam Irak atau yang lebih dikenal sebagai Al Qaeda Irak pada kala itu, meskipun sebenarnya Al Qaeda sudah lama bubar di Irak (sejak tahun 2006).
Mulai terpisahnya pejuang bercorak Islam di Suriah dengan FSA, semakin memperkuat pada masa itu akan munculnya Kekhilafahan dari bumi Jihad Suriah. Terlebih para pejuang suriah yang bercorak Islam juga menghendaki berdirinya Kekhilafahan, bukan sistem kerajaan layaknya Arab Saudi maupun sistem demokrasi layaknya Indonesia. Sebagaimana yang tertuang dalam sumpah salah satu dari mereka yang dirilis pada tanggal 17 Desember 2012, Terbentuknya Ansar Al Khilafah
Sehingga jauh sebelum konflik FSA terjadi pada pertengahan 2013, berangkat dari pemahaman bahwa Al Haq tidak mungkin bersatu dengan Al Bathil, Al-Mustaqbal sudah memprediksi akan terjadi gesekan antara FSA yang berbendera Nasionalis, dengan para faksi-faksi yang berbendera Tauhid. Hingga beberapa pekan kemudian (24 Desember 2012), Jurnalis Al-Mustaqbal berhasil mewawancarai seorang mujahidin Suriah dari faksi Kataib Al Muhajirin. Dalam wawancara tersebut, beliau menyatakan “Besar kemungkinannya kami akan memerangi Free Syrian Army”, sontak artikel Al-Mustaqbal tersebut mendapatkan reaksi dan kecaman disebabkan kala itu sebagian kaum muslimin sangat bersimpatik dengan FSA. Namun apa yang diucapkan sang mujahid tersebut benar-benar terjadi, dan Alhamdulillah kini FSA semakin jelas arah dan tujuannya (yakni Demokrasi).

8 April 2013 – Berdirinya Daulah Islam Irak dan Syam, dan dibubarkannya Jabhah Nusrah

Sebuah langkah sejarah telah mengejutkan kawan dan lawan setelah deklarasi dari Amir Daulah Islamiyah Iraq, Syaikh Abu Bakar al Hussaini al Quraisy al Baghdady pada tanggal 8 April 2013, bahwa mujahidin Daulah Islamiyah adalah orang orang yang memerangi rezim Suriah selama beberapa bulan terakhir ini dibawah bendera “Jabhatun Nusrah li Ahli Syam min Mujaahidin Syam fie Saahatil Jihad” dan bahwasannya Jabhat al Nusrah merupakan perpanjangan dan bagian dari Daulah Islam Iraq.
Dijelaskan oleh amir Daulah Islamiyah Iraq, Syaikh Abu Bakar al Baghdady bahwa alasan mereka menggunakan nama “Jabhat al Nusrah” dan tidak menggunakan nama resmi mereka “Daulah Islamiyah Iraq” adalah untuk memberi kesempatan bagi rakyat Suriah untuk menyaksikan sendiri dan memberi penilaian terhadap apa yang mereka saksikan dari akhlaq, adab, keberanian, kepahlawanan mujahidin Jabhat al Nusrah lepas dari image yang selama ini telah dibangun oleh media sekuler dalam menggambarkan mujahidin al Qaidah.
Maka telah ditunjukkan ke seluruh dunia bahwa kepahlawanan mujahidin Jabhat al Nusrah di Suriah adalah sebuah contoh tentang ketulusan, ketenangan dan ketangkasan dalam pertempuran. Dan sungguh mereka telah menunjukkan perilaku Islami yang menyertai mereka dan dalam pertempuran mereka untuk menegakkan Daulah Islam.
Deklarasi ini membungkam dan menampakkan sosok asli sejumlah media berbagai harokah, yang awalnya mendukung dan mengelu-elukan Jabhat An Nusra, sebagai “pilihan alternatif” dari Al Qaeda yang dipandang tidak sesuai manhaj mereka. Namun setelah adanya deklarasi ini membuat lidah mereka kelu untuk kembali mengelu-elukan Jabhat An Nusra yang ternyata adalah bagian dari Daulah Islam Irak, atau yang saat itu disebut sebagai Al Qaeda Irak.
Sebagai pemimpin tertinggi  Jabhah An Nusrah [1], Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi memerintahkan seluruh pejuang Jabhah An Nusrah menyatukan diri dalam Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Hal ini mengakibatkan berbondong-bondong mujahidin Jabhah An Nusrah membuka identitas aslinya dan merapatkan barisan kedalam ISIS, dan tidak hanya itu, deklarasi ini membuat banyak faksi lain menyatukan diri, dan menarik ribuan muhajirin dari seluruh dunia. Sehingga semakin membesarlah Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) dan menjadi kekuatan jihad terbesar di Syam dan Irak.
Namun ternyata, ada alasan utama dibalik pembubaran Jabhah An Nusrah ini, yang akhirnya terkuak satu tahun setelah deklarasi ISIS ini. Yakni mulai disusupinya Jabhah An Nusrah oleh orang-orang yang diblacklist oleh Daulah Islam Irak, cerita ini begitu panjang dan dapat dibaca di Jabhah Nusrah & ISIS
[1] Pemimpin Jabhah An Nusrah, Abu Muhammad Al Jawlani digelari sebagai Mas ul Am (Pemimpin Umum / Komandan) bukan Amir (Pemimpin Utama). Menunjukkan bahwa ia bukanlah pemimpin sebenarnya.

29 September 2013 – Thagut Saudi Mulai Bermain Di Suriah, Namun Makar Allah Lebih Dahsyat

Sejak di deklarasikannya ISIS dan jelasnya eksistensi Al Qaeda Irak di Suriah pada bulan April, situasi jihad di Suriah semakin memanas Iran & Lebanon mulai mengirimkan pasukan Syiah nya, dan ISIS semakin membesar. Hal ini membuat kerajaan-kerajaan Arab di sekitar Suriah khawatir, karena Syiah dan ISIS -meskipun sunni- adalah ancaman bagi singasana mereka. Syiah sudah lama ingin menguasai Timur Tengah, sedangkan ISIS berkehendak mendirikan Kekhilafahan di Timur Tengah, yang artinya sistem kerajaan akan dihapus dan bersatu dalam naungan Khilafah.
Ketika propaganda untuk mengadudomba Al Qaeda dan ISIS tidak berjalan dengan baik, dengan diamnya Syaikh Ayman Az Zawahiri terhadap permintaan Abu Mariyah Al Qahtaniy untuk memfatwakan ISIS sebagai khawarij, bahkan hingga hari ini. [2]
Sejak saat milisi-milisi Saudi ini hadir dan berkumpul, mulailah terjadi gesekan-gesekan, bentrok hingga baku tembak  yang tidak pernah ada sebelumnya. Yang semua itu bermula dari tuduhan-tuduhan palsu terhadap ISIS.  Berkali-kali perjanjian damai dilakukan, namun sungguh mereka tidak akan ridho hingga ISIS kembali ke Iraq.
Hingga puncak konfliknya, terjadi pada bulan Januari 2014 dimana ISIS ditusuk & dikhianati dari belakang, kala itu merebak isu setiap mujahidin asing dari Eropa yang berwajah non-arab, dituduh sebagai agen Amerika lalu dibunuh.
Hal ini membuat ISIS menarik seluruh pasukannya dari wilayah-wilayah Jabhah Islamiyah dan Jaisy Al Islam dan berkumpul di kota Raqqa. Ditarik mundurnya pasukan ISIS ini sempat menjadi kabar gembira bagi mereka selama tiga bulan, dan disebarkan di media-media seluruh dunia, sedangkan mujahidin ISIS hanya bersabar. Terlebih sejumlah masyaikh menyarankan agar ISIS kembali ke Iraq sebagai solusi. Laa hawlaa walaa quwata ila billah!
Namun tanpa disangka, mujahidin yang berdatangan di Raqqa begitu besar bahkan melebihi perkiraan qiyadah-qiyadah ISIS, para muhajirin yang tidak berwajah arab / asing dari seluruh dunia berdatangan ke Raqqa meminta perlindungan kepada ISIS disebabkan isu tersebut. Dan sejumlah pemimpin faksi-faksi jihad besar seperti Kataib Al Muhajirin, justru menggabungkan diri dengan ISIS disebabkan kejadian ini. Dukungan dari ketua kabilah-kabilah setempat dan ramainya masyarakat yang meminta ISIS untuk melindungi mereka, juga memperkuat moral dan barisan ISIS.
Sehingga kisah duka, tiba-tiba menjadi kisah yang penuh hikmah, dan Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi serta Qiyadah ISIS melihat jelas sebuah prospek dan harapan dari kekuatan pasukan sebesar itu, kekuataan yang tidak pernah didapatkan sebelumnya dan hanya dapat terlihat jika semua berkumpul di satu tempat. Maka sungguh musuh-musuh Islam membuat makar namun Allah sebaik-baiknya pembuat makar.
Kesalahan strategi intelijen Arab Saudi ini  justru mempercepat mimpi buruk Arab Saudi untuk menjadi kenyataan. Dan membangunkan ISIS akan kemampuan yang dimilikinya, yakni memimpin masyarakat dalam nanungan Khilafah. Maka dengan kekuatan pasukan ini, ISIS pun dapat mulai memberikan jawaban kepada lawan dan kawannya satu per satu.

11 Juni 2014 – Jawaban untuk Masyaikh Jihad! “Kami Akan Kembali Ke Irak Dan Mengambil Alih Provinsi Anbar dan Mosul”

Atas izin Allah, kekuataan pasukan yang begitu besar ini diarahkan untuk menjawab berbagai permintaan lawan dan kawan. Pada bulan Mei – Juni 2014, ISIS secara mengejutkan merebut Provinsi Anbar, Fallujah dan Nainawa. Satu persatu kota-kota di Irak jatuh, ya! ISIS telah kembali ke Iraq dan mempertahankannya, ISIS telah keluar dari persembunyian dan mulai memasuki kota-kota di Irak. Jalannya pertempuran ini tercatat dalam sebuah video mengerikan bertajuk “Saleel Sawarim 4“, yang merasuk ke dalam dada pasukan Syiah Irak.
Tepat pada 11 Juni 2014, kota Mosul jatuh tanpa perlawanan yang berarti. Layaknya kisah-kisah pertempuran zaman Khulafurasyidin, kota Mosul diserbu selama 4 hari, mesjid-mesjid kota Mosul mengumandangkan Adzan, takbir dan seruan jihad tanpa henti siang dan malam. Membuat tentara Syiah Irak ketakutan, dan akhirnya pada hari keempat, 800 mujahid ISIS berhasil mengalahkan 30.000 pasukan Irak, Alhamdulillah.
Pada minggu berikutnya, satu persatu kota di Iraq jatuh hingga mujahidin ISIS mendekati Baghdad. Juru bicara ISIS meminta agar pasukannya tawadhu dan tidak berbangga diri, dan melanjutkan langkah hingga ke Najaf dan Karbala, ibukota agama Syiah. Situasi di Baghdad lumpuh total, Kota Baghdad dikepung dari Utara, Barat dan Selatan oleh ISIS. Airport dipenuhi sesak oleh warga Irak yang ingin keluar negeri. Namun tiba-tiba tentara ISIS menghilang dari pintu-pintu masuk kota Baghdad.
Sebuah strategi yang membingungkan, dan hanya dapat saya (penulis) mengerti maksudnya berbulan-bulan setelahnya. ISIS sejak tahun 2009 terkenal dengan strategi geriliya yakni sengaja mundur dan memancing pasukan Irak masuk ke kota-kota sehingga mudah diserang, namun menarik mundur ketika kota Baghdad hampir jatuh dalam sebuah serangan ofensif, itu bukanlah gaya mujahidin Irak. Kenapa serangan petir ini tidak dituntaskan? -akan dijawab di bab selanjutnya-
Pada 12 Juni 2014, ISIS melakukan gebrakan dengan meratakan seluruh perbatasan Sykes Picot yang membelah Irak dan Suriah di Hasakah, saat itulah banyak yang tersadarkan dan bahkan saya yakin para Masyaikh Jihad juga seperti itu, bahwa sebenarnya garis perbatasan antara negara Irak dan Suriah itu tidaklah ada dan tidak perlu diakui dengan meminta ISIS mundur hingga dibalik pagar pembatas negara Irak dan Suriah.

29 Juni 2014 – Jawaban  untuk Jaisy Al Islam dan Thagut Saudi : “Inilah Janji Allah!”

Semenjak jatuhnya kota Mosul, mulai beredar foto-foto ghanimah yang luar biasa, dan diangkutnya ribuan senjata ringan maupun berat ke kota Raqqa, Suriah. Para pemberontak sekuler FSA dan Milisi bayaran Saudi Arabia mulai ketar ketir. Bagaimana tidak! Pemberontak Sekuler di Suriah, sudah bertahun-tahun mengemis kepada Amerika agar mendapatkan bantuan persenjataan seperti Tank, Rudal Anti Pesawat, Humvee, Uang, dan lain-lain. Namun selalu ditolak Amerika dikarenakan mereka khawatir teknologi negara adidaya tersebut justru jatuh ke tangan mujahidin. Namun mujahidin ISIS yang hanya “mengemis” kepada Allah, diberikan itu semua melalui melalui Ghanimah yang berkah lagi mulia, sehingga kini mereka menjadi organisasi jihad terkaya di dunia.
Ghanimah yang berupa puluhan tank, humvee, rudal anti pesawat, dll diangkut ke Suriah, membuat ngeri gerombolan mereka (yang memang memandang kekuatan berdasarkan jumlah alutista). Kekhawatiran mereka itu terlihat di status-status dan komentar mereka di twitter. Bagaimana tidak khawatir, karena dulu mereka mengusir ISIS, membunuh muhajirin, istri-istrinya, dan membakar markasnya, kini Daulah kapanpun dapat kembali dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, kekuatan yang tak pernah mereka sangka akan dimiliki Daulah dalam waktu tiga bulan.
Sikap ISIS yang  memindahkan persenjataan besar-besaran dari Mosul ke  kota Raqqa daripada menghancurkan Syiah di Baghdad, yang ditandai dengan ditarik mundurnya pasukan ISIS dari pintu-pintu kota Baghdad, akhirnya terjawab. ISIS mengumpulkan seluruh kabilah-kabilah dari wilayah Suriah hingga ke Wilayah Irak, salah satu yang terdokumentasi adalah pertemuan akbar di Manbij, Allepo. Yang mana pertemuan tersebut ternyata adalah musyawarah pembentukan sebuah negara baru di daerah yang telah dikuasai oleh ISIS. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa model negara bukanlah negara dengan sistem demokrasi maupun kerajaan, namun Kekhilafahan. Maka pada tanggal 29 Juni 2014, Syaikh Abu Muhammad Al Adnani mengumumkan telah berdirinya Kekhilafahan kepada kaum muslimin, dalam sebuah pernyataan berjudul, Inilah Janji Allah.

Musyawarah Akbar Para Kabilah Dari Irak hingga Syam, Bersepakat Mendirikan Kekhilafahan.

Keputusan masyarakat Suriah dan Irak untuk tidak memilih negara dengan sistem demokrasi ataupun kerajaan, ternyata banyak ditentang oleh sebagian kaum muslimin di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun bagaimanapun juga, syarat sah mendirikan khilafah telah terpenuhi. Maka wajib ISIS untuk dibubarkan, dan Kekhilafahan sebagai gantinya.
Kini Kekhilafahan lebih fokus memperbaiki infrastruktur dan mempertahankan kota-kota yang berhasil direbut, karena mereka tidak sekedar Thaifah Muqotilah (Angkatan bersenjata), namun telah bertransformasi menjadi Kekhilafahan yang harus melindungi rakyat dan muhajirin.
Para petinggi Daulah dapat merasakan bagaimana rakyat Suriah dan Irak sudah lelah dengan perang, mereka  membutuhkan pemerintahan yang dapat melindungi dan mensejahterakan mereka. Inilah sebabnya pada waktu yang lalu, penaklukan kota Baghdad tidak lebih diprioritaskan dibandingkan mengamankan wilayah kekhilafahan.
Dampak dari didirikannya dan ekspansi kekhilafahan ini, membuat ciut tentara FSA dan militant bekingan Saudi, terlebih ketika Kekhilafahan terus mencaplok wilayah mereka satu persatu. Dan mengambil kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya direbut oleh FSA ataupun Jaisy Al Islam. Dan tentu saja, hadirnya kekhilafahan ini mengguncang kerajaan di Jazirah Arab dan merupakan mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Oktober 2014 – ‘Ala Minhajin Nubuwah! Lalu Dimana Imam Mahdi?

Pada bulan Juli hingga Oktober 2014, adalah masa dimana pejuang-pejuang Suriah seperti, Ahrar Asy Syam menyatakan mundur memerangi Kekhilafahan, dan banyak diantara mereka yang justru bergabung dengan Kekhilafahan,  dan sejumlah tentara Ahrar Asy Syam juga ditangkap dan diqishas oleh Kekhilafahan. Bahkan hingga Januari 2015 ini, bergabungnya tentara-tentara Ahrar Asy Syam dan Jabhat An Nusra ke Kekhilafahan masih terus mengalir.
Tidak hanya itu, bai’at juga mengalir dari mujahidin di seluruh dunia. Seperti yang telah lama diketahui, Daulah sebelumnya berdiri setelah dibai’at oleh 12.000 mujahidin Al Qaeda, dan Ahlul Aqli Wal Aqd Irak. Kini mujahidin dari berbagai belahan dunia, mulai menyatakan dukungannya kepada Kekhilafahan. Dan setiap hari ratusan pemuda dari seluruh dunia bergabung dengan Kekhilafahan. Tujuan mereka satu, yakni berusaha sekuat tenaga agar kekhilafahan ini, benar-benar berada diatas Manhaj Kenabian, Insyallah.
Ya! tidak ada satupun yang memastikan bahwa kekhilafahan ini adalah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah, namun tidak ada salahnya berharap dan berusaha agar Kekhilafahan ini adalah Khilafah yang akan menjadi pilar, cikal bakal, dan embrio Khilafah diatas Manhaj Kenabian. Apakah kalian berfikir bahwa Mujahidin akan ridho’ menamakan Khilafahnya sebagai Khilafah Ala Minhajin Al Saud? atau Khilafah Ala Minhajin Al Amirika? tentu tidak, karena nama adalah sebuah do’a dan harapan. Dan tidaklah salah jika menamakan Kekhilafahan ini dengan nama yang baik.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Katsir, bahwa pilar-pilar kekuasaan Imam Mahdi akan muncul terlebih dahulu oleh penduduk di wilayah Timur dimana bendera-bendera mereka berwarna hitam. Maka ketika Imam Mahdi muncul, ia akan dinobatkan atau dikukuhkan sebagai seorang Amirul Mukminin.
Tahukah kalian apa itu pilar-pilar kekuasaan? ia ialah adanya Wilayah, adanya Penduduk Yang Membai’atnya, adanya Persenjataan dan Pasukan Untuk Mempertahankan Kedaulatannnya. Jika salah satu dari pilar ini kurang, maka tidak bisa disebut sebagai sebuah Kekuasaan/Pemerintahan.Bagaimana engkau bisa mengaku berkuasa jika tidak ada wilayah yang engkau kuasai? jika tidak ada penduduk yang mengangkat dan mengakuimu sebagai penguasa mereka, atau bahkan persenjataan dan pasukan untuk mempertahankan kekuasaan dan kedaulatanmu?
Maka disinilah peran pasukan Panji Hitam dan penduduk Timur dalam menyambut kehadiran Al Mahdi, yakni mempersiapkan pilar-pilar kekuasaan. Sehingga ketika Imam Mahdi muncul, ia dapat terlindungi dan langsung berkuasa. Oleh sebab itulah mereka disebut oleh para ulama sebagai “Penolongnya Imam Mahdi”.
Lalu dimanakah pilar-pilar itu sekarang? Pilar-pilar ini jelas maksudnya adalah sebuah negara (Wilayah + Penduduk + Persenjataan + Pasukan). Maka dapat kita lihat realitanya pada masa ini, ada sejumlah negara berdaulat yang memiliki pilar-pilar tersebut di Syam ataupun di daerah Timur, seperti negara Suriah, Arab Saudi, Palestina, Irak, Afghanistan, Jordania, Lebanon, dan tentu saja sebuah negara yang masih muda, Kekhalifahan Ibrahim.
Dan jika kita teliti, hanya ada satu negara yang penduduknya menggunakan bendera hitam sebagai bendera negara mereka. Yang manakah mereka? pantaskah pasukan negara tersebut disebut sebagai penolong Imam Mahdi? Mungkinkah negara mereka yang akan menjadi negara tempat Imam Mahdi duduk bertahta? perlukah saya menjawabnya?

23 Januari 2015 – Kematian Raja Abdullah dan Kemunculan Raja Salman Bin Abdul Aziz

Wafatnya penguasa dua kota suci (Arab Saudi) Abdullah bin Abdul Aziz, memang tidak bisa lepas dari nubuwat kemunculan Imam Mahdi. Banyak kaum muslimin yang berharap agar Imam Mahdi dapat segera muncul saat ini juga dan mengakhiri perpecahan kaum muslimin, dan membawa kembali kaum muslimin dalam kehidupan yang rasyidah dan berkah. Namun semuanya kembali kepada Allah, sedangkan kita hanya dapat tawakal menerima alur sejarah yang telah dibuat oleh Allah. Akankah generasi kita dapat melihat kemunculan Imam Mahdi, ataukah generasi setelah kita yang dapat melihat hal itu, semuanya berada di tangan Allah.
Namun kemunculan Raja Salman sebagai penguasa dua kota suci ternyata memberikan goresan sejarah yang terlihat sebagaimana Nubuwat yang telah dikabarkan ribuan tahun yang lalu, “tiga orang putra khalifah akan berperang……” sebelum kemunculan Imam Mahdi. Bagaimana ceritanya?
Khalifah dalam tata bahasa arab adalah gelar bagi penguasa, seorang Amirul Mukminin sudah pasti adalah seorang khalifah (pemimpin), namun seorang khalifah (pemimpin) belum tentu adalah seorang Amirul Mukminin Min Kum yang harus ditaati dan berdosa jika memberontak terhadapnya. Clear? lengkapnya dapat  download kitab Imamah Uzmah yang telah diterjemahkan oleh Al-Mustaqbal.
Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Raja Abdul Aziz ibn Saud mewariskan agar kerajaannya dipimpin oleh anaknya yang paling tua lalu diwariskan hingga ke yang paling tua setelahnya, terus begitu hingga anak terakhir yang paling muda. Setidaknya Raja Abdul Aziz memiliki 40 lebih orang anak. Namun yang paling “berkuasa” adalah anak-anak Sudairi atau terkenal dengan sebutan Sudairi Seven. Mereka adalah anak-anak dari Hassa al Sudairi, salah seorang istri raja Abdul Aziz yang memiliki kedudukan dan nasab yang terpandang dibandingkan Istri-istri yang lain. Hampir seluruh generasi kerajaan Arab Saudi, anak-anak Sudairi lah yang memegang tampuk kekuasaan secara bergantian. Dan kini hanya tinggal 12 putra saja yang tersisa selain Raja Salman, setelah meninggalnya Raja Abdullah.
  • Bandar bin Abdulaziz (born 1923)
  • Mishaal bin Abdulaziz (born 1926)
  • Abdul Rahman bin Abdulaziz (born 1931)
  • Mutaib bin Abdulaziz (born 1931)
  • Talal bin Abdulaziz (born 1931)
  • Nawwaf bin Abdulaziz (born 1933)
  • Turki II bin Abdulaziz (born 1934)
  • Abdul llah bin Abdulaziz (born 1939)
  • Mamdouh bin Abdulaziz (born 1940)
  • Ahmed bin Abdulaziz (born 1942)
  • Mashhur bin Abdulaziz (born 1942)
  • Muqrin bin Abdulaziz (born 1945)
Arab Saudi Membuat Makar, Namun Makar Allah Lebih Dahsyat 1
Ketika Raja Abdullah meninggal, seharusnya yang menggantikannya adalah anak tertua yang masih hidup, yakni Pangeran Bandar bin Abdul Aziz, namun karena ibunya berasal dari Moroko dan bukan asli Arab Saudi, maka ia dikeluarkan dari garis pewaris tahta. Oleh karena Pangeran Bandar dicoret, seharusnya tahta jatuh kepada Pangeran Mishaal bin Abdul Aziz, namun pangeran Mishaal sudah berkali-kali protes karena tidak ditunjuk sebagai Raja ataupun Putra Mahkota sejak raja Fahd meninggal, karena dia lah yang paling berhak, dia menuduh anak-anak Sudairi lah yang menyingkirkannya dari garis pewaris tahta.
Karena Pangeran Mishaal dikeluarkan dari garis tahta, maka Pangeran Talal bin Abdul Aziz lah yang seharusnya memimpin, namun Talal bin Abdul Aziz terkenal dengan sebutan “The Red Prince”, atau Pangeran Merah. Ini disebabkan pemikirannya terang-terangan liberal dan sekuler, pernah berusaha mengubah sistem-sistem kerajaan Arab Saudi. Oleh sebab itulah dia dikeluarkan dari garis tahta oleh anak-anak Sudairi untuk menggantikan posisi Raja Abdullah, sehingga jatuhlah kekuasaan kepada Salman bin Abdul Aziz, salah satu anak Hassa Al Sudairi.
Raja Salman, yang seorang putranya: Pangeran Khaled bin Salman adalah pilot yang membombardir kaum muslimin di Kekhilafahan. Raja Salman juga sudah tua dan memiliki masalah kesehatan. Sedangkan penggantinya jika ia meninggal, adalah Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, Direktur Jendral Intelijen Saudi Arabia. Ditunjuknya Pangeran Muqrin sebagai -Putra Mahkota I- pengganti Raja Salman nantinya, merupakan kebijakan dari Raja Abdullah pada tahun 2014.
Ditunjuknya Pangeran Muqrin sebenarnya tidaklah tepat, karena masih ada kakak-kakaknya yang masih hidup dan mendapatkan protes dari anak-anak Sudairi. Karena Pangeran Muqrin dianggap sebagai “orang luar” oleh anak-anak Sudairi, karena ibunya adalah budak dari Yaman, dan bukan asli orang Saudi Arabia yang terpandang layaknya anak-anak Sudairi.
Pangeran Muqrin bisa saja sewaktu-waktu dikeluarkan dari garis tahta jika raja Salman  ingin membatalkan kebijakan Raja Abdullah atau dengan cara-cara lainnya yang membuatnya menjadi tidak pantas mewarisi tahta. Atau juga jika Pangeran Muqrin wafat lebih dulu karena sudah memang sangat tua. Banyak hal bisa terjadi. Namun “bom waktu” perebutan kekuasaan sebenarnya adalah siapa yang akan menggantikan Pangeran Muqrin!
Saat ini jalur warisan tahta adalah:
Raja Fahd As Sudairi > Raja Abdullah > Pangeran Nayef As Sudairi (wafat lebih dulu) > Raja Salman As Sudairi > Pangeran Muqrin > Pangeran Muhammad bin Nayef As Sudairi > dan seterusnya..
Ditunjuknya Pangeran Muhammad bin Nayef As Sudairi oleh Raja Salman sebagai pewaris tahta nantinya -Putra Mahkota II- jika Pangeran Muqrin sebagai raja wafat, sangat kontroversi. Karena ia adalah cucu dari Al Saud, sedangkan anak-anak Al Saud masih banyak yang hidup. Dari sini terlihat bagaimana anak-anak Sudairi ingin mempertahankan tampuk kekuasaan ke generasi selanjutnya.
Saat ini saja, anak-anak Al Saud masih saling berkompetisi untuk menjadi Raja, namun justru cucu Al Saud yang ditunjuk, sehingga besar kemungkinan ketika Raja Salman mangkat, maka perselisihan dan perebutan kekuasaan tidak dapat diredam lagi. Karena bisa saja 3 dari 12 anak-anak Al Saud yang masih tersisa saling berebut tahta, terutama pangeran Mishaal dan Talal yang  masih hidup dan berambisi menduduki tahta.  Atau mungkin saja perebutan itu ada pada cucu-cucu Al Saud yang lain, seperti tiga putra Raja Salman yang berpotensi menduduki tahta ikut berpolitik agar masuk ke dalam garis pewaris tahta. Semua bisa saja terjadi.
Akankah Al-Mahdi hadir pada masa-masa ini? Wallahu’alam!

Februari 2015 – 60 negara telah bersatu menggempur Khilafah, Dimana Posisi Kalian?

Menyongsong nubuwah Rasulullah memang sangat menarik, terlebih Foreign Policy mencatat kini terdapat pas 60 negara (tidak lebih dan kurang) yang berkoalisi untuk melawan Kekhilafahan. Apakah sebuah kebetulan atau rekayasa? Dan Kekhilafahan sejatinya telah hadir dalam kancah pertempuran Suriah sejak dua-tiga tahun yang lalu dan masih bertahan. Bahkan jika melihat perjuangan mujahidin di Irak, maka ia telah hadir sejak 13 tahun yang lalu dan masih bertahan hingga kini.
Dan semakin hari, khilafah ini semakin kuat. Apakah kita harus menutup mata dengan banyaknya bai’at yang mengalir dari berbagai faksi jihad? dengan banyaknya laporan muhajirin yang berdatangan setiap harinya untuk merapat bersama Khilafahnya? dengan banyaknya ucapan-ucapan depresi dan putus asa oleh Jenderal dari negara sang pemimpin perang, Amerika?
Maka jika kita berfikir realistis saja, Kekhilafahan ini dengan semua sumber dayanya masih dapat bertahan hingga 10 tahun kedepan. Ketika salah seorang dari mereka gugur, orang yang lain akan menggantikan dan mengibarkan panjinya. Terlebih masyarakat syam sudah dapat beradaptasi berada dibawah naungan Khilafah.
Jika engkau sudah tahu kapan tepatnya Al Mahdi akan muncul, maka tunggulah dia. Namun jika engkau tidak mengetahui kapan waktunya, jangan sia-siakan umurmu dengan menunggunya dari rumahmu.Bangkitlah wahai singa! berangkat lah menyongsong abad ‘Ala Minhajin Nubuwah dengan menjadi tentaranya, bukan menjadi penonton!
Karena sungguh, kami semua ingin engkau menjadi Khafilah/Rombongan nya Al Mahdi, menjadi orang yang menobatkan dan mengukuhkannya, menjadi orang yang akan menjemput dan menolongnya. Datanglah ke Syam dan jadilah bagian dan penuhi nubuwat Rasulullah.
Maka hijrahlah! bahkan jika engkau hijrah dan lebih memilih FSA, atau Jaisy Al Islam sebagai panji jihad mu, silahkan saja. Karena jika engkau memang jujur dengan niat jihadmu! engkau pasti akan ditunjukkan dan dituntun oleh Nya. Wallahu’alam!

Oleh: Abu Yusuf, Al-Mustaqbal Channel.
http://al-mustaqbal.net/eksklusif-jika-ini-khilafah-ala-minhajin-nubuwah-lalu-dimana-imam-mahdi/

2 komentar:

IMAM MAHDI MENYERU:
BENTUKLAH PASUKAN FI SABILILLAH DISETIAP DESA
SAMBUTLAH UNDANGAN GUBERNUR MILITER ISLAM

Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

Firman Allah: at-Taubah 38, 39
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Firman Allah: al-Anfal 39
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.

Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

Firman Allah: al-Hajj 39, 40
Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

Firman Allah: an-Nisa 75
Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

Firman Allah: at-Taubah 36, 73
Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

Firman Allah: at-Taubah 29,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

301. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
- ahli segala macam pertempuran
- ahli Membunuh secara cepat
- ahli Bela diri jarak dekat
- Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
- Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
- Ahli Pembuat BOM / Racun
- Ahli Sandera
- Ahli Sabotase

304. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
- ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
- Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
- Ahli enkripsi cryptographi
- Ahli Satelit / Nuklir
- Ahli Pembuat infra merah / Radar
- Ahli Membuat Virus Death
- Ahli infiltrasi Sistem Pakar

email : seleksidim@yandex.com atau
email : angsahitam@inbox.com

WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Bismillahir Rahmanir Rahiim

MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
NOMOR : 1436H-RAJAB-02

PETA ASAL WILAYAH
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu,
Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.

Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah

Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
laita alaa aali Ibroohiim ,
wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.

Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
Maurake

2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.

3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
Ummat Islam Akhir Zaman)

4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)

Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.

Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.

Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.

Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.

Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.

Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
(Qs. At-Thalaq :8)

Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)

Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)

Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)


Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)

..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)

PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
angsahitam@inbox.com

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More